Tampilkan postingan dengan label DASAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DASAR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Peluang Usaha Budidaya Melon Dasar Umum dalam Budidaya Melon

Pustaka Dunia


Peluang Usaha Budidaya Melon Dasar Umum dalam Budidaya Melon : Salah satu buah yang sangat di kenal di Indonesia adalah buah melon. Pada awalnya melon masih di anggap buah kelas atas / buah mahal. Hal ini karena melon masih merupakan buah import yang masuk ke Indonesia dengan jumlah terbatas, sehingga harga saat itu masih terlalu tinggi untuk masyarakat umum di Indonesia.


Teknologi Budidaya MelonTeknik-Budidaya-Melon.gif : Saat ini teknologi budidaya melon sudah di kuasai oleh para pelaku usaha pertanian. Berangsur-angsur buah melon sudah menjadi buah umum di konsumsi. Peran pelaku usaha pedagang buah keliling mempercepat penetrasi buah melon di masyarakat. Penjualan secara eceran "potongan kecil" membuat harga buah melon menjadi sangat resonable dan dapat di terima oleh masyarakat.


Penguasaan teknologi budidaya melon yang dikuasai pelaku usaha pertanian merupakan adaptasi dari budidaya buah semangka. Karena buah semangka sudah dikenal lebih dahulu. Perlu sebuah upaya pengembangan teknologi budidaya melon untuk menghasilkan produktivitas tinggi yang berdampak pada semakin baiknya ekonomi pelaku usaha budidaya melon.


Pemilihan Lokasi Budiaya Melon : Pembudidayaan Melon membutuhan lahan lokasi yang luas hal ini karena Melon masuk pada kategori tanaman vining (merambat). Hakikatnya tanaman merambat bentang tanaman memerlukan ruang yang cukup agar cahaya matahari dapat mencukupi kebutuhan tanaman melon. Budidaya tanaman melon tidak akan optimal jika di lakukan di lahan yang sempit. oleh sebab itu pelaku usaha pertanian / pembudidaya melon sebaiknya memilih lokasi yang luas atau sesuai dengan kebutuhan minimal tanaman melon.


Melon dapat tumbuh dengan baik dengan cara penanaman dalam di tanah yang berpasir atau tanah lempung berpasir. Untuk tanah berat / heavy soil yang mengandung banyak tanah liat dapat berakibat pada pertumbuhan melon yang lambat dengan buah yang cenderung kecil tidak subur dan berdampak pada produktivitas akhir usaha. Melon sangat menyukai tanah dengan PH Netral / tingkat keasaman netral. Untuk tanah yang cenderung asam membuat sistem pembungaan yang tidak kuat dan mudah gugur.


Soil Preparation / Persiapan Tanah / Persiapan Lahan dalam Budidaya Melon : Langkah pertama dalam budiaya melon adalah dengan mencangkul atau membajak tanah dengan kedalaman antara 10 cm s/d 15 cm. Penambahan pupuk kandang / kompos di perlukan untuk memperkaya unsur hara yang terkandung dalam tanah. Rata-rata kebutuhan pupuk kandang / kompos per hektar berkisar 2 ton s/d 4 ton. Penambahan pupuk kandang / pupuk kompos harus tertutup sempurna dengan tanah untuk mengoptimalkan penyerapan unsur hara oleh tanaman.


Karena tanaman melon membutuhkan sistem pengairan yang baik tidak terendam / terlalu banyak air perlu pembuatan gundukan tanah yang lebih tinggi dengan kisaran 6 cm s/d 15 cm di atas rata-rata tanah. Tanah berat dengan kandungan tanah liat yang tinggi sebaiknya dilakukan pengemburan tanah lebih baik dengan gundukan yang lebih tinggi s/d 15 cm. Satu kelompok baris tanaman di pisahkan dengan jarak berkisar 3 meter. Penggunaan plastik mulsa membantu suhu tanah untuk tetap hangat dan mempercepat proses pertumbuhan tanaman.


The post Peluang Usaha Budidaya Melon Dasar Umum dalam Budidaya Melon appeared first on www.PustakaDunia.com. Pustaka Dunia


www.PustakaDunia.com

Senin, 03 Oktober 2011

TIGA CARA DASAR UNTUK MENGEMBANGKAN BISNIS/USAHA

Hampir semua konsep terbaru dan terbesar yang diadakan dalam berbagai seminar, beragam pelatihan serta aneka buku berlomba-lomba untuk perhatian Anda, mengenai sebuah topik “mengembangkan bisnis”. Apakah mengembangkan sebuah usaha atau bisnis sedemikian rumitnya? Pada kenyataannya adalah, hanya ada tiga cara untuk mengembangkan suatu bisnis/usaha. Mau tahu apa saja cara yang dapat Anda tempuh untuk mengembangkan usaha Anda? Simak lebih lanjut uraian berikut :

Anda meningkatkan jumlah pelanggan yang Anda miliki dengan menjangkau pelanggan baru yakni dengan penawaran yang ada atau mengembangkan penawaran baru. Idealnya Anda akan harus memanfaatkan penawaran Anda untuk memasuki pasar baru atau memperluas jangkauan dalam pasar yang ada.

Tiga pertanyaan kunci untuk menjawab untuk meningkatkan jumlah pelanggan adalah:

Siapa yang memiliki kebutuhan nyata untuk produk / jasa yang saya jual?

Apakah produk saya hasilkan bisa menghemat uang atau memberikan nilai tambahan bagi pelanggan? Jika ada, berapa banyak? Apakah pelanggan mengeluarkan dana untuk mengatasi kebutuhan tersebut hari ini?

Berapa banyak dari mereka merupakan pelanggan potensial yang ada? Bagaimana Anda bisa menjangkau mereka?

Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut memerlukan riset pasar. Riset pasar merupakan strategi awal untuk menjual. Hal ini mengajarkan Anda banyak hal tentang apa yang akan Anda perlu tahu untuk secara efektif menjangkau pelanggan baru seperti apa yang harus dikatakan, bagaimana mengatakannya dan kepada siapa.

Jalan tercepat untuk meningkatkan frekuensi pembelian adalah dengan membuatnya semudah mungkin bagi pelanggan yang ada untuk melakukan bisnis dengan Anda berulang kali. Cara lain untuk mencapai hal ini adalah memberikan “nilai tambahan” bagi pelanggan yang pada akhirnya membangun loyalitas untuk pelanggan. Jika Anda membuat sistem yang lebih mudahkan bagi pelanggan untuk bertransaksi/membeli sebuah produk dari perusahaan Anda dibandingkan dengan pesaing Anda, maka Anda akan menjadi pihak yang lebih unggul dari mereka. Hal ini, tentu saja, mengasumsikan bahwa produk atau jasa yang sebanding atau lebih unggul pesaing Anda.

Di luar “program loyalitas pelanggan”, berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan frekuensi pembelian produk yakni : pelayanan purna jual atas berbagai produk ataupun jasa yang kita pasarkan. Pada umumnya pembeli atau pelanggan sangat mempertimbangkan pelayanan purna jual suatu produk yang memberikan jaminan bagi mereka setelah pelanggan melakukan pembelian, mereka ingin memastikan tidak ada kesulitan di kemudian hari setelah menjatuhkan pilihan pada suatu produk.

Sudah menjadi hal umum bahwa Anda akan meningkatkan jumlah unit yang terjual saat Anda meningkatkan jumlah klien dan frekuensi pembelian. Tapi Anda juga dapat meningkatkan jumlah unit yang terjual dengan memahami bagaimana menambahkan nilai pada produk atau jasa yang dihasilkan pada bisnis Anda. Jika Anda ingin menjual lebih banyak produk atau tagihan jam lebih, memberikan manfaat nilai-menambahkan atau solusi akan mulai memperkuat hubungan pelanggan Anda. Jika Anda secara konsisten nilai tambah-untuk hubungan pelanggan, Anda perlu memahami bagaimana pelanggan Anda menafsirkan, mendefinisikan, dan mengukur nilai yang mereka terima dari produk dan jasa Anda.

Akhirnya, jangan lupa, untuk melihat hasil yang nyata, Anda harus mulai dengan apa yang sudah Anda ketahui tentang pelanggan Anda. Ini merupakan hasil riset pasar bahwa dengan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pelanggan, Anda sudah mengantongi segian modal untuk meningkatkan garis pertumbuhan pada keuntungan perusahaan Anda. Terfokus pada informasi pelanggan ini akan memberikan dasar untuk menghasilkan penjualan yang lebih banyak, mempertahankan dan cross-selling pelanggan, serta memperoleh pelanggan baru. Berbekal informasi yang berfokus pada pelanggan, Anda akan tahu yang merupakan cara terbaik untuk mengembangkan bisnis Anda.

Artikel Terkait:

PROTEKSI ASURANSI UNTUK BISNIS KECILCara Memulai dan Mengembangkan Usaha (Bag. 1)Tujuh Tips Dasar Bagi Pemilik Usaha SampinganCara Membuat Surat Izin Tempat Usaha (SITU) untuk UKMPERTANYAAN KETIKA MEMBELI SUATU BISNIS

Peluang Usaha UKM

Sabtu, 01 Oktober 2011

TEKNIK DASAR BUDIDAYA TANAMAN KARET DALAM USAHA BUDIDAYA TANAMAN KARET

karet SYARAT TUMBUH TANAMAN KARET : Tanaman karet umumya memerlukan waktu 5-6 tahun hingga siap untuk dapat disadap. Puncak produksi biasanya tercapai pada umur antara 10-15 tahun. Pada dasarnya, tanaman karet memerlukan persyaratan terhadap kondisi iklim untuk menunjang pertumbuhan dan keadaan tanah sebagai media tumbuhnya.

Iklim

Daerah yang cocok untuk tanaman karet adalah pada zone antara 150LS dan 150LU. Di luar zone tersebut biasanya pertumbuhan tanaman karet agak terhambat sehingga masa awal produksinya juga terlambat.

Umumnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dari permukaan laut. Ketinggian lebih dari 600 m di atas permukaan laut tidak cocok untuk tumbuh tanaman karet. Korelasi antara ketinggian tempat dan umur sadap dapat dilihat pada tabel berikut.

Korelasi antara ketinggian tempat dan umur sadap tanaman karet

Suhu optimal yang diperlukan tanaman karet berkisar antara 240C sampai dengan 280C. Kelembaban tinggi sangat diperlukan untuk pertumbuhannya dengan lama penyinaran matahari berkisar 5 – 7 jam per hari.

Tanaman karet membutuhkan curah hujan optimal antara 1.500 – 2.000 mm/ tahun dengan toleransi curah hujan 2.500 – 4.000 mm/ tahun dan hari hujan berkisar antara 100 sampai dengan 150 hari hujan/ tahun. Namun, produksi karet akan berkurang apabila sering terjadi hujan pada pagi hari. Selain itu, kecepatan angin yang terlalu kencang pada umumnya kurang baik untuk tanaman karet.

TANAH MEDIA TANAM

Berbagai jenis tanah dapat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman karet baik tanah vulkanis muda dan tua, bahkan pada tanah gambut kurang dari 20 cm. Tanah vulkanis mempunyai sifat fisik yang cukup baik terutama struktur, tekstur, sulum, kedalaman air tanah, aerasi dan drainasenya, tetapi sifat kimianya secara umum kurang baik karena kandungan haranya yang rendah. Hasil karet maksimal didapatkan jika ditanam di tanah subur, berpasir, dapat melewatkan air dan tidak berpadas (kedalaman padas yang dapat ditolerir dalah 2-3 meter).

Tanah alluvial biasanya cukup subur, tetapi sifat fisiknya terutama drainase dan aerasenya kurang baik. Reaksi keasaman tanah berkisar antara pH 3,0 – pH 8,0, tetapi tidak sesuai pada pH < 3,0 dan pH > 8,0. Tanah ultisol yang kurang subur juga sebenarnya bisa ditanami karet, namun membutuhkan pemupukan dan pengelolaan yang lebih baik.

Sifat tanah yang cocok untuk tanaman karet pada umumnya antara lain: Sulum tanah sampai 100 cm, tidak terdapat batu-batuan dan lapisan cadas; Aerase dan drainase cukup;

Tekstur tanah remah, poreus dan dapat menahan air;Struktur terdiri dari 35% liat dan 30% pasir;Tanah bergambut tidak lebih dari 20 cm;Kandungan hara NPK cukup dan tidak kekurangan unsur hara mikro; Reaksi keasaman tanah berkisar pada pH 4,5 – pH 6,5;REKOMENDASI JARAK TANAM

Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang optimal, penanam karet perlu pula memperhatikan jarak tanamnya. Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian (2008), merekomendasikan ukuran lobang tanam pada penanaman karet yaitu 45 x 45 x 30 cm untuk tanah ringan dan

60 x 60 x 40 cm untuk tanah berat. Sedangkan rekomendari jarak tanam, kerapatan tanam dan jumlah populasi bibit karet per hektar lahan terdapat beberapa alternatif seperti disajikan pada tabel berikut.

Alternatif jarak tanam dan populasi bibit karet per hektar

Sumber: Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian (2008).

Artikel Terkait:

Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap pembangunan kebun)Teknik Budidaya Tanaman Karet dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet (tahap persiapan)KARAKTERISTIK TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARETPERSYARATAN TUMBUH TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARETKLON UNGGUL TANAMAN KARET DALAM BUDIDAYA TANAMAN KARET

Peluang Usaha UKM