Jumat, 24 Januari 2014

PEMBUATAN BAKSO IKAN, CARA LAIN MENIKMATI GURIHNYA IKAN

Pustaka Dunia



Baso, jenis pangan ini disukai oleh hampir semua umur Dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasanya yang lezat serta dapat disajikan menjadi bebagai jenis hidangan menjadikan bakso digemari banyak orang. Jika selama ini baso daging yang banyak dinikmati, ikan dapat juga dilah menjadi bakso ikan dengan rasa yang tak kalah lezatnya.



Baso adalah campuran homogen daging, tepung pati dan bumbu yang telah mengalami proses ekstraksi dan pemasak. Cara pembuatan baso tidak sulit. Daging digiling halus dengan screw extruder, kemudian dicampur dengan tepung dan bumbu di dalam alat pencampur yang khusus sehingga bahan tercampur menjadi bahan pasta yan sanat rata dan halus. Setelah itu pata dicetak bebentuk bulat dan direbus sampai matang. Baso yang bermutu bagus dapat dibuat tanpa penambahan bahan kimia apapun.




BAHAN PEMBUATAN BASO IKAN:



· Ikan. Ikan yang digunakan adalah ukuran sedang dan besar, seperti ikan tongkol, tuna (sisiak), beledang, tenggiri, dan gabua. Ikan harus seger, semakin segar semakin baik. Ikan segar yang baru ditangkap paling baik digunakan. Ikan yang akan dijadikan baso lebih baik dibekukan secara cepat sebelum digiling. Ikan beku akan memberikan rasa dan aroma baso yang lebih gurih.


· Tapioka


· Bumbu-bumbu. Rempah-rempah apa saja dapat dijadikan bumbu. Akan tetapi biasanya pengusaha baso menggunakan bawang merah, bawang putih, merica bubuk dan garam.


· Telur. Telur tidak selalu digunakan. Telur apa saja dapat digunakan.


· Sodium tripoli fosfat. Bahan kimia ini berfungsi sebagai pengemulsi sehingga dihasilkan adonan yang lebih rata (homogen). Adonan yang lebih rata akan memberikan tekstur baso yang lebih baik.




PERALATAN PEMBUATAN BAKSO IKAN



· Penggiling dan Pencampur. Alat ini terdiri dari bagian penggiling baso berupa screw extruder dan pencampur adonan. Pncampur adonan berupa piring baja yang dilengkapi pengaduk sentrifugal yang dipasang mendatar. Pengaduk tersebut berputar dengan kecepatan tinggi sehingga bahan-bahan yang tidak liat dan tidak keras akan dihancurkan.


· Ketel perebus. Alat ini digunakan untuk merebus baso mentah menjadi matang. Pengusaha baso biasanya menggunakan panci sebagai ketel perebus.




CARA PEMBUATAN BASO IKAN



1) Proses Pendahuluan



Proses pendahuluan dilakukan untuk penyiangan, dan filleting.



a) Penyiangan



- Mula-mula sisik disikat dari ekor mengarah ke kepala dengan sikat ikan tanpa melukai dagingnya. Kemudian ikan dicuci, dan sisik yang tertinggal dibuang.



- Bagian di bawah insang dipotong tanpa menyebabkan kepala ikan terpotong. Kemudian perut ikan dibelah dari anus ke arah insang tanpa melukai jeroannya.



- Perut yang sudah terbelah dibuka. Jeroan dan insang dibuang. Bagian dalam perut disikat dengan ujung pisau untuk membuang sisa-sisa darah.



- Setelah itu, ikan dicuci sampai bersih.



b) Filleting



- Daging rusuk di sayat dari arah kepala ke ekor sehingga diperoleh fillet. Daging yang tersisa pada tulang dikerok dengan pisau dan dicampurkan dengan fillet.



- Kulit pada fillet dikelupas dan dipisahkan. Kulit ini tidak digunakan untuk membuat baso.



c) Pembekuan fillet



- Fillet dibekukan secara cepat. Kemudian digiling sampai halus menjadi bubur ikan.



- Fillet tidak harus dibekukan, dan dapat langsung digiling.




2) Penyusunan Bahan Baso



Komposisi bahan penyusun baso tergantung kepada rasa baso yang diinginkan. Semakin banyak kandungan ikan, semakin enak rasa basonya.



3) Penggilingan Ikan Menjadi Adonan Baso



Bubur ikan diaduk dan lebih dihaluskan di dalam bagian alat pencampur adonan. Setelah bubur ikan benar-benar rata dan halus ditambahkan bumbu, sodium tripolifosfat, dan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dengan kecepatan tingi. Selama pengadukan, ditambahkan butiran atau bongkahan es. Pengadukan dianggap selesai jika terbentuk adonan yang rata, halus dan dapat dibulatkan bila di remas dengan tangan, kemudian dikeluarkan melalui lobang yang dibentuk oleh telunjuk dan ibu jari.



4) Pembuatan Bulatan Baso Mentah dan Perebusan



Adonan diremas-remas dengan telapak tangan, kemudian dibuat bulatan dengan meremas-remas adonan, kemudian dikeluarkan melalui lobang yang dibentuk oleh telunjuk dan ibu jari. Dengan bantuan ujung sendok terbalik, bulatan adonan secara cepat dimasukkan ke dalam air mendidih. Bila sudah matang, baso akan mengapung. Baso ini dibiarkan mengapung selama 5 menit, kemudian diangkat untuk ditiriskan. Hasil yang diperoleh disebut baso ikan.



5) Penyimpanan



Baso merupakan bahan basah yang mudah rusak. Agar dapat tahan lama, baso harus disimpan di dalam ruang pembeku (freezer) dalam kemasan plastik tertutup rapat. Suhu freezer hendaknya di bawah -180C.




PEMBUATAN KUAH BASO



1) Kuah baso merupakan kaldu daging yang dibumbui. Kebanyakan kuah baso berupa kaldu yang sangat encer karena sangat sedikit menggunakan daging. Kuah baso seperti ini biasanya ditambah monosodium glutamat (MSG) dalam jumlah tinggi (sampai 2% atau 20 gram per liter kuah).



2) Agar kuah baso terasa enak, daging yang digunakan untuk membuat baso sekurang-kurangnya 10% dari jumlah kuah baso yang dihasilkan. Kuah baso seperti itu tidak perlu ditambah MSG.



3) Bahan



a. Air (4 liter)



b. Daging cincang kasar (300 gram)



c. Tulang cincang kasar (250 gram)



d. Bawang putih digiling halus (150 gram)



e. Bawang merah digiling halus (150 gram)



f. Merica halus (25 gram)



g. Seledri segar (5 tangkai)



h. Pala cacahan kasar (10 gram)



i. Kapulaga/gardamungu (4 buah)



j. Garam (secukupnya)



4) Cara Pengolahan



a. Daging cincang dan tulang direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.



b. Bawang putih, bawang merah dan merica yang telah digiling halus ditumis dengan sedikit minyak sampai harum.



c. Semua bumbu, kecuali seledri dimasukkan ke dalam rebusan daging dan tulang yang mendidih. Sepuluh menit kemudian ditambahkan irisan seledri, dan kuah baso tetap dibiarkan mendidih sebentar, kemudian diangkat, hasil yang diperoleh adalah kuah baso yang enak dan gurih tanpa bahan kimia tambahan.


The post PEMBUATAN BAKSO IKAN, CARA LAIN MENIKMATI GURIHNYA IKAN appeared first on www.PustakaDunia.com. Pustaka Dunia


www.PustakaDunia.com




Technorati : , , , , , ,

Del.icio.us : , , , , , ,

Zooomr : , , , , , ,

Flickr : , , , , , ,

Jumat, 07 Oktober 2011

HAMA, PENYAKIT DAN SERANGAN GULMA DALAM BUDIDAYA TANAMAN SALAK

Jenis hama yang umumnya menyerang tanaman salak antara lain :

Kutu wol /putih (Cerataphis sp.)

Hama ini bersembunyi di sela-sela buah.

Kumbang penggerek tunas (Omotemnus sp.)

Kumbang penggerek batang

Menyerang ujung daun yang masih muda (paling muda), kemudian akan masuk ke dalam batang. Hal ini tidak menyebabkan kematian tanaman, tetapi akan tumbuh anakan yang banyak di dalam batang tersebut.

Pengendalian: dimatikan atau dengan cara meneteskan larutan insektisida (Diazenon) dengan dosis 2 cc per liter pada ujung daun yang terserang atau dengan cara menyemprot. Dalam hal ini diusahakan insektisida dapat masuk ke dalam bekas lubang yang digerek. Memasukkan kawat yang ujungnya lancip ke dalam lubang yang dibuat kumbang hingga mengenai hama.

Babi hutan, tupai, tikus dan luwak

Pengendalian:

untuk memberantas babi hutan, dilaksanakan dengan penembakan khusus, atau memagari kebun salak dengan salak-salak jantan yang rapat. Akan lebih baik lagi kalau memagari kebun salak dengan kawat berduriuntuk memberantas Tikus, digunakan Zink phosphit, klerat dan lain-lainuntuk memberantas Luwak dan Tupai, dapat digunakan umpan buah pisang yang dimasuki Furadan 3 G. Caranya: buah pisang dibelah, kurang lebih 0,5 gram Furadan dimasukkan ke dalamnya, kemudian buah pisang tersebut dijahit dan dijadikan umpan.Penyakit yang sering ditemui menyerang tanaman salak adalah

Sebangsa cendawan putih

Gejala: busuknya buah. Buah yang terserang penyakit ini kualitasnya jadi menurun, karena warna kulit salak jadi tidak menarik.

Pengendalian: mengurangi kelembaban tanah, yaitu mengurangi pohon-pohon pelindung.

Noda hitam

Penyebab: cendawan Pestalotia sp.

Gejala: adanya bercak-bercakhitam pada daun salak.

Busuk merah (pink)

Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor.

Gejala: adanya pembusukan pada buah dan batang.

Pengendalian: tanaman yang sakit dan daun yang terserang harus dipotong dan dibakar di tempat tertentu.

Di beberapa tempat di Pulau Jawa, lahan salak dibangun di bekas persawahan. Sehingga otomatis gulma yang merajai kebun adalah gulma-gulma yang biasa terdapat di sawah. Karena lahan sawah yang biasa tergenang air dikeringkan dan di bumbun tanahnya maka gulma yang mampu bertahan adalah gulma berdaun sempit dan tumbuh menjalar yang sedikit sekali terdapat di sawah. Gulma yang berbatang kurus tegak, berdaun panjang yang umumnya di persawahan kurang mampu bertahan. Itulah sebabnya mengapa gulma di lahan bekas persawahan relatif lebih sedikit. Pengendalian secara manual dengan di kored atau dicangkul pun sudah memadai.

Pemberantasan gulma secara kimia di kebun-kebun salak belum lazim dilaksanakan. Untuk lahan yang tidak seberapa luas, para petani masih menggunakan cara manual (mencabuti rumput-rumputan dengan tangan, di kored atau dicangkul). Bila lahan salak cukup luas, serta baru dibuka, gulma yang terdapat tentu banyak sekali dan sulit diberantas hanya dengan cara manual. Untuk situasi seperti ini perlu menggunakan herbisida, sebab biaya tenaga kerja relatif murah dan hasilnya lebih cepat. Reaksi bahan kimia dalam membunuh tanaman liar juga sangat cepat. Herbisida memiliki pengruh negatif, sebab racun yang dikandungnya dapat membahayakan mahluk hidup lain termasuk ternak dan manusia. Herbisida yang akan digunakan perlu sesuai dengan jenis gulma yang akan diberantas. Pilihan yang kurang tepat akan memboroskan biaya.

Gulma dari golongan rumput-rumputan dapat dibasmi dengan herbisida Gramoxone, Gesapas, Basta atau Diuron. Dari golongan teki-tekian dapat diberantas dengan Goal. Alang-alang dapat dibasmi dengan Round-up atau Sun-up. Sedangkan tanaman yang berdaun lebar dapat diatasi dengan Fernimine. Ada juga herbisida yang dapat memberantas beberapa jenis gulma.

GANGGUAN HAMA PADA TANAMAN SALAK (5), hama penyakit salak (4), hama gulma dan penyakit (2), pemberantas gulma organik (2), gulma (2), pengendalian tupai (2), penyakit penyakit pada salak (2), penyebab gulma (1), jenis penyakit pada tumbuhan (1), keripik gulma (1), lukisan dari kulit salak (1), tip menberantas hama tupai (1), mengendalika cendawan pada tanaman hutan (1), tanaman lain di kebun salak (1), pemberantas hama gulma dan penyakit tanaman (1), pengendalian penyakit pada tanaman salak (1), serangan hama penyakit dan gulma (1), reaksi kimia penyakit pada tanaman (1), racun membunuh tanaman alang-alang dan gulama (1), perkembangbiakan tanaman berdaun lebar (1), penyakit yang sering menyerang tanaman pisang (1), umpan untuk tupai (1), hama penyakit dan gulma pada tumbuhan (1), apa itu hama tanaman penyakit tanaman apa itu gulma (1), artikel penyebab pembusukan pada buah pisang (1), banyaknya hama yang menyerang tanaman budidaya (1), bercak daun salak (1), bertanam salak home industri (1), budidaya pohon buah (1), Cara menyemprot gulma (1), gangguan hama pada gulma (1), gejala gangguan gulma tanaman (1), gejala serangan gulma (1), gulma pada penyakit tanaman pisang (1), gulma pada pisang (1), gulma tanaman (1), Hama Gulma (1), hama gulma dan penyakit tanaman (1), hama pada gulma (1), hama penyakit dan gulma (1), apa bahan kimia untuk mematikan pohon (1)

Artikel Terkait:

Serangan Hama dan Penyakit dalam Usaha Budidaya JagungHAMA DAN PENYAKIT DALAM BUDIDAYA TANAMAN TEMULAWAKTeknik Budidaya Nenas/Nanas : Pengendalian GulmaTEKNIK PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA TANAMAN SALAKJenis Ganguan dan Penyakit dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi

Peluang Usaha UKM

PETA PRODUSEN KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

KOPI Pada tahun 2009 terdapat sebanyak 473 perusahaan KOPI di Indonesia, dimana dari jumlah tersebut yang dipastikan masih aktif berproduksi ada sejumlah 205 perusahaan. Sedangkan Sebanyak 268 perusahaan lainnya merupakan perusahan dengan skala kecil atau skala rumah tangga yang aktifitas produksinya bersifat musiman atau tidak menentu, dan yang tidak dapat dilacak eksistensinya. Dari 205 perusahaan yang aktif tersebut, sebanyak 167 perusahaan memproduksi KOPI bubuk dan 57 perusahaan memproduksi KOPI mix instan. Yang menarik adalah sebagian besar dari perusahaan-perusahaan yang masih aktif tersebut (99 perusahaan atau 48,3%) justru berada di Pulau Jawa (DKI, Jawa Timur dan Jawa Barat). Dari 99 perusahaan tersebut, yang berdomisi di DKI merupakan yang paling banyak yakni 30 perusahaan. Padahal, DKI jelas tidak memiliki perkebunan KOPI. Jawa Timur yang merupakan salah satu sentra KOPI nasional masih wajar jika memiliki produsen sebanyak 22 perusahaan. Tetapi, Pulau Sulawesi yang merupakan sentra produksi KOPI nasional, utamanya Sulawesi Selatan, produsen yang masih aktif justru tinggal 9 perusahaan saja. Sentra produsen lainnya seperti Lampung hanya ada 8 produsen yang masih aktif, dan di Bengkulu hanya ada 2 perusahaan saja.

Hal ini memberikan indikasi bahwa perputaran ekonomi di sentra produksi KOPI tertentu masih belum berkembang dengan baik, karena added value dari KOPI belum dapat dinikmati masyarakat setempat. KOPI masih dijual dalam bentuk asalan. Pembelian KOPI oleh produsen yang letaknya relatif lebih jauh dari sentra produksi KOPI, setidak-tidaknya relatif menekan harga ditingkat petani. Apalagi biaya transportasi lokal masih dikenal berbiaya tinggi.

Jumlah Produsen KOPI dan Penyebarannya, 2009

Selanjutnya, jika dilihat dari segi jenis KOPI olahan yang dihasilkan, produsen KOPI di Indonesia masih terbesar memproduksi KOPI bubuk atau KOPI mix, dan hanya sebagian kecil saja yang memproduksi KOPI instan. Kecilnya jumlah produsen dari KOPI instan (pure instant) disebabkan karena investasinya jauh lebih besar, dan pasarnya di dalam negeri masih jauh lebih kecil dibandingkan KOPI bubuk.

Dari data menunjukkan bahwa produsen yang menguasai pasar KOPI instan di Indonesia hanya terdiri atas tiga perusahaan saja, yakni PT Nestle Indonesia yang berdomisili di Lamping dengan kapasitas 12.000 ton per tahun, PT Sari Incofood Corporation dengan kapasitas produksi sebesar 3.000 ton per tahun, dan PT Torabika Eka Semesta dengan kapasitas produksi mencapai 3.600 ton per tahun.

Jika dilihat dari status permodalan perusahaan, dari 205 perusahaan yang dipastikan aktif beroperasi tersebut, ternyata hanya 5 (lima) perusahaan saja yang menggunakan fasilitas penanaman modal asing (PMA), yaitu PT Aneka Boga Nusantara, PT Aneka Coffee Industry, PT Carrefour Indonesia, PT Nestle Indonesia, dan PT Toarco Jaya.

Tetapi PT Carrefour Indonesia yang pemodal asingnya berasal dari Perancis yakni Continent Hyermarces, dan dari Belanda yakni Carrefour Nederland B.V. dan Onesia B.V. sebetulnya belum memiliki pabrik KOPI di Indonesia, sehingga perusahaan ini masih bekerja sama dengan PT Goodfood Indonesia dalam bentuk mitra sewa produksi (makloon). Sedangkan PT Toarco Jaya yang pabriknya berlokasi di Tana Toraja, pemodal asingnya berasal dari Jepang yang diwaliki oleh Sulawesi Development Company Ltd, dan mitra lokalnya adalah PT Utesco.

PT Aneka Boga Nusantara sendiri pemodal asingnya berasal dari dua negara yakni dari Jepang (Daesang Japan Inc.) dan dari Korea Selatan (Daesang Food Corporation) dengan mitra lokal yakni PT Miwon Indonesia Tbk dan PT Jico Agung.

Selanjutnya yang memanfatkan fasilitas penanaman modal dalam negeri (PMDN) terdapat 9 perusahaan, berturut-turut PT Inbraco (Jakarta), PT Torabika Eka Semesta (Jakarta), PT Tri Cipta Chandra (Tangerang), PT Megah Putra Sejahtera (Makassar), PT Setia Unggul Mandiri (Makassar), PT Konimex (Solo), PT Perkebunan Nusantara IX (Kendal), PT Perkebunan Nusantara XII (Jember), dan PT Putra Bhinneka Perkasa (Depasar). Artinya, mayoritas produsen KOPI lokal (191 perusahaan) belum memanfaatkan fasilitas penanaman modal dari BKPM.

Artikel Terkait:

PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUK KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI) BAG 2KARAKTERISTIK USAHA INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)KUNCI SUKSES USAHA / INDUSTRI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI DI INDONESIA

Peluang Usaha UKM

MENGENAL TANAMAN SALAK SEBUAH PELUANG USAHA

Sebagai tanaman asli Indonesia salak mempunyai masa depan yang cerah untuk dikembangkan baik untuk memenuhi pasaran lokal ataupun pasaran luar negeri.Buah Salak (Salacca Edulis) merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati oleh orang Jepang, Amerika, dan Eropa. Buah ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah sebagai manisan. Daging buah ini mengandung kalsium, tanin, saponin, dan flavonoida. Daerah asal nya tidak jelas, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei dan Muangthai.

Banyak varietas salak yang bisa tumbuh di Indonesi. Ada yang masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), dan lain-lain. Sebenarnya jenis salak yang ada di Indonesia ada 3 perbedaan yang menyolok, yakni:

Salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2-3 butir,Salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 1- 2 butir, dan Salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yang tinggiBerdasarkan kultivarnya, di Indonesia orang mengenal antara 20 sampai 30 jenis di bawah spesies. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah salak Sidimpuan dari Sumatera Utara, salak Condet dari Jakarta, salak pondoh dari Yogyakarta dan salak Bali. Salak condet merupakan flora propinsi DKI Jakarta.

Selain jenis tanaman salak yang dibudidayakan, di dunia ini dikenal jenis salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S. magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora dan S. romosiana. Selain salak liar itu, masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yang juga disebut S. wallichiana, C. Martus yang disebut rakum/kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yang disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lama­kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil).

BERIKUT BEBERAPA MACAM MANFAAT YANG DAPAT DIAMBIL DARI TANAMAN SALAK, YAKNI :

Salak terutama ditanam untuk dimanfaatkan buahnya, yang populer sebagai buah meja. Seiring dengan perkembangan inovasi pengolahan makanan, bermunculan cara pengolahan buah salak ini. Selain dimakan segar, salak juga biasa dibuat manisan, asinan, dikalengkan, atau diolah sebagai keripik salak. Untuk jenis manisan, beberapa pengrajin menglah salak ini beserta kulitnya, tanpa dikupas. Salak yang muda digunakan untuk bahan rujak. Umbut salak pun dapat dimakan.Helai-helai anak daun dan kulit tangkai daunnya dapat digunakan sebagai bahan anyaman, meski tentunya sesudah duri-durinya dihilangkan lebih dahulu. Karena duri-durinya hampir tak tertembus, rumpun salak kerap ditanam sebagai pagar. Demikian pula, potongan-potongan tangkai daunnya yang telah mengering pun kerap digunakan untuk mempersenjatai pagar, atau untuk melindungi pohon yang tengah berbuah dari pencuri.Untuk pengobatan seperti untuk menghentikan diare, jadi bila kebanyakan makan salak akan menyebabkan kesulitan membuang air besar dalam kadar menengah. kadang kulit salak juga di gunakan dalam traditional china medicine/jamu sebagai bahan obat.Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek baik untuk di kembangkan sebagai sebuah peluang usaha.

jenis-jenis salak (3), wirausaha salak merah (2), prospek budidaya salak (1), salak termasuk tumbuhan monokotil (1), tanaman salak untuk obat (1), tanaman salak yogyakarta (1), tinggi tanaman salak (1), usaha dari kulit salak (1), usaha salak jakarta (1), potensi bisnis salak (1), peluang usaha padang sidempuan (1), pasaran buah salak (1), makalah budidaya salak pondoh (1), jenis-jenis salak bali (1), jenis salak untuk manisan (1), jenis salak (1), jamu kulit salak (1), dodol salak padang sidempuan (1), buah salak bagian yang dimanfaatkan (1), artikel pengolahan biji salak (1)

Artikel Terkait:

Mengenal Apel Sebagai Sebuah Peluang UsahaJenis Tanaman NangkaMemulai Bisnis , Sebuah IlustrasiPeluang Agrobisnis NangkaPemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi

Peluang Usaha UKM

Kamis, 06 Oktober 2011

SYARAT PERTUMBUHAN BUDIDAYA TEMULAWAK

Secara umum, temulawak ditanam secara konvensional dalam skala kecil tanpa memanfaatkan teknik budi daya yang Standard, karena itu sulit menentukan di mana sentra penanaman temulawak di Indonesia. Hampir di setiap daerah pedesaan terutama di dataran sedang dan tinggi, dapat ditemukan temulawak terutama di lahan yang teduh. Meskipun jenis tanaman ini mudah tumbuh dan tidak memerlukan teknik perbanyakan yang sulit, untuk skala budi daya diperlukan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman temulawak. Adapun syarat pertumbuhan untuk budi daya tanaman temulawak harus memenuhi kondisi sebagai berikut :

IKLIM YANG COCOK UNTUK BUDIDAYA TEMULAWAK

Secara alami temulawak tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan terlindung dari teriknya sinar matahari. Di habitat alami rumpun tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon bambu atau jati. Namun demikian temulawak juga dapat dengan mudah ditemukan di tempat yang terik seperti tanah tegalan. Secara umum tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah beriklim tropis.Suhu udara yang baik untuk budi daya tanaman ini antara 19-30 CTanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.000-4.000 mm/tahun.MEDIA TANAM BUDIDAYA TEMULAWAK

Perakaran temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir maupun tanah-tanah berat yang berliat. Namun demikian untuk memproduksi rimpang yang optimal diperlukan tanah yang subur, gembur dan berdrainase baik. Dengan demikian pemupukan anorganik dan organik diperlukan untuk memberi unsur hara yang cukup dan menjaga struktur tanah agar tetap gembur. Tanah yang mengandung bahan organik diperlukan untuk menjaga agar tanah tidak mudah tergenang air.

KETINGGIAN TEMPAT YANG SESUAI UNTUK BUDIDAYA TEMULAWAK

Temulawak dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5-1.000 m/dpl dengan ketinggian tempat optimum adalah 750 m/dpl. Kandungan pati tertinggi di dalam rimpang diperoleh pada tanaman yang ditanam pada ketinggian 240 m/dpl. Temulawak yang ditanam di dataran tinggi menghasilkan rimpang yang hanya mengandung sedikit minyak atsiri. Tanaman ini lebih cocok dikembangkan di dataran sedang.

budidaya temulawak (17), SYARAT PERTUMBUHAN BUDIDAYA TEMULAWAK (11), adaptasi temulawak terhadap kondisi lingkungan (1), temulawak adaptasi (1), syarat tumbuh temulawak (1), syarat tumbuh tanaman temulawak (1), syarat pendukung pertumbuhan durian (1), pohon temu lawak (1), pertumbuhan temulawak (1), PERTUMBUHAN BUDIDAYA TEMULAWAK (1), iklim temulawak (1), bertanam temulawak (1), bagaiman daya adaptasi pohon jati terhadap lingkungan (1), USAHA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENJAGA TANAH (1)

Artikel Terkait:

SYARAT PERTUMBUHAN BUDIDAYA TANAMAN SALAKPEDOMAN BUDIDAYA TEMULAWAK: PEMBIBITAN DAN PENGOLAHAN MEDIA TANAMTEKNIK PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN TANAMAN DALAM BUDIDAYA TEMULAWAKSYARAT TUMBUHAN BUDIDAYA TANAMAN MELATISYARAT TUMBUH BUDIDAYA TANAMAN SAWO

Peluang Usaha UKM

Apakah Usaha Membutuhkan Hoki / Keberuntungan ?

pengusahaSaya pernah membaca sebuah artikel namun saya sedikit lupa mengenai artikel tersebut, intinya adalah pernyataan bahwa, "Parameter keberuntungan yang tidak kita ketahui." Dengan kata lain, keberuntungan tidak dapat dijelaskan oleh faktor tertentu, melainkan masalah kesempatan. Saya pikir pernyataan tersebut sangat masuk akal, tapi saya menyukai dari gagasan bahwa apa yang kita sebut "keberuntungan" bisa dijelaskan oleh satu set variabel atau elemen yang harus dipelajari. Jadi saya coba simpulkan atas apa yang saya pikirkan.
Saya sedikit banyak melakukan pembicaraan dengan orang-orang yang berpikir bahwa hidup mereka telah diberkati oleh nasib baik untuk mencoba dan mencari tahu apa faktor yang mereka miliki bersama. Setelah beberapa waktu, kita bisa dengan jelas mengidentifikasi lima prinsip dasar untuk keberuntungan.
Hasil pemikiran itu saya tuangkan dalam kesimpulan sederhana yang masih harus di perdebatkan: Dalam bisnis, kita membuat keberuntungan kita sendiri. Apa ini para pembuat keberuntungan itu memiliki kesamaan? Bagaimana pengusaha membuat keberuntungan sendiri agar mereka dapat membuat usaha mereka berhasil? Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

Tanggung jawab
Pemilik Bisnis yang merasa bahwa mereka memiliki keberuntungan biasanya merasa bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Ketika sesuatu yang salah atau hasil dari setiap tindakan tertentu yang tidak mendapatkan hasil sesuai dengan harapan, mereka tidak pernah dengan mudah menyalahkan faktor-faktor eksternal atau individu lainnya. Sebaliknya, mereka melihat ke diri mereka sendiri dan bertanya, "Apa yang telah saya lakukan sehingga hal ini terjadi?" Kemudian mereka bertindak untuk berusaha memecahkan masalah tersebut.Para pemilik bisnis yang beruntung tidak melihat kesalahan sebagai sebuah kegagalan. Sebaliknya, kesalahan adalah kesempatan untuk belajar. Thomas A. Edison penemu lampu pijar adalah contoh klasik. Lebih dari 1.000 upaya untuk menemukan bola lampu listrik pertama, dalam percobaannya lampu hanya menyala beberapa menit saja. Salah satu rekan Edison berkata kepada Edison, "Pak Edison, jangan Anda merasa Anda gagal?" dengan rendah hati Edison ,menjawab, "Tidak sama sekali Sekarang, saya pasti tahu lebih dari seribu cara bagaimana saya berhasil membuat bola lampu agar lebih bertahan lama". Benar saja, hanya beberapa hari kemudian, dia berhasil membuat lampu listrik pertama yang tahan lebih lama. Mungkin perlu anda mengetahui, bola lampu pertama sebenarnya ditemukan oleh Sir Joseph Wilson Swan, akan tetapi Joseph Wilson Swan menyerah mencoba untuk mengembangkan aplikasi praktis setelah hanya melakukan tiga kali percobaan. Sebaliknya, Edison membuat keberuntungan sendiri  dengan merancang bola lampu dapat bekerja walaupun dengan upaya yang berkali-kali bahkan hingga ribuan kali.

Para pemilik bisnis yang beruntung tidak berhenti pada satu titik ketikan mereka menghadapi masalah. Ketika suatu masalah atau situasi yang tidak diharapkan muncul, mereka segera bertindak untuk mengatasinya baik tanpa penundaan, delegasi, atau lupa tentang masalah itu.  Orang-orang bisnis tidak membawa daftar "hal-hal apa yang harus dilakukan" dalam otak mereka. Sebaliknya, mereka menyelesaikan masalah dan situasi secepat mungkin. Hal ini memungkinkan energi mereka untuk sepenuhnya berfokus pada pekerjaan mereka dan menghindari gangguan sadar atau tidak sadar, yang hanya menghasilkan inefisiensi.

Prinsip yang paling kuat adalah yang paling sering diabaikan. Keyakinan dibagi menjadi dua bagian: kepercayaan diri dan keyakinan pada orang lain. Keyakinan pada diri sendiri adalah hal yang sangat penting, dan orang-orang yang menciptakan keberuntungannya sendiri, mereka memiliki tingkat derajat yang tinggi untuk bertindak tegas dan menempatkan harga diri pada posisi yang tinggi. Mereka tetap pada tujuan mereka, tekun, dan bekerja untuk menciptakan kondisi yang akhirnya membantu mereka mencapai kesuksesan. Juga, mereka mempunyai visi yang besar. Mereka menggunakan imajinasi mereka – khususnya, teknik mereka memvisualisasikan  dan  untuk membentuk citra mental dari tujuan mereka.
Terkait erat dengan sikap asertif dan harga diri adalah kepercayaan pada orang lain dan menghormati mereka, melihat orang lain sebagai sumber utama kesempatan. Ini tidak berarti bahwa seseorang harus naif dan percaya sembarang orang. Sebaliknya, itu berbicara kepada sifat dari melihat orang lain sebagai sumber peluang untuk prestasi.
Tanpa kepercayaan diri tidak ada cara untuk "memberikan diri" dengan situasi. Jika ada kepercayaan – jika disingkirkan oleh paranoid atau kecurigaan membabi buta, misalnya anda tidak memberikan kepercayaan pada orang lain. Oleh karena itu, tidak ada ruang untuk untuk dapat berbagi dan mendapatkan input dan informasi berharga dari orang lain. Tanpa ini, inisiatif apapun hasil akan lebih lambat sampai, akhirnya, itu hanya mati.

Sinergi adalah kunci. Percaya pada orang lain mengarah ke kuatan jaringan kerja dan teman-teman, yang pada gilirannya dapat menyediakan lebih banyak sumber daya untuk melaksanakan suatu usaha daripada jika dikelola sendiri. Pikirkan kerjasama daripada bersaing. Pada tingkat yang paling dasar, setiap usaha dalam konteks masyarakat yang lebih luas, maka setiap orang harus memiliki kesempatan untuk muncul sebagai pemenang.
Sebagaimana telah kita lihat, apakah seseorang dapat atau tidak membuat keberuntungan pada dasarnya tergantung pada sikap terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, dan terhadap kehidupan. Hal ini juga terkait dengan persepsi bahwa individu jauh lebih baik. Dan dari hal tersebut, untuk memberikan kesadaran bahwa seseorang harus membuat keberuntungannya sendiri yang mendorong keberhasilan dan pencapaian yang spesifik.  Saya berpikir keberuntungan – seperti permainan judi- Apakah hal ini dapat menguntungkan atau tidak, sesekali, singkat, dan tidak kekal atau mungkin kekal. Saya melihat bahwa orang-orang yang telah memenangkan hadiah undian besar, banyak kehilangan segala yang mereka diperoleh, biasanya setelah beberapa waktu mereka memperoleh hadiah. Selanjutnya, hubungan pribadi mereka dengan keluarga, teman, dan kolega menjadi tidak baik.
Di sisi lain, karena mereka yang menciptakan nasib baik mereka sendiri mereka berutang kesuksesan hanya untuk diri mereka sendiri dan inisiatif mereka sendiri, bukan hanya untuk permainan dadu / judi yang tidak pasti, mereka sadar akan asal-usul keberuntungan mereka. Apalagi, setelah mereka melakukan sendiri, sehingga mereka tahu bagaimana cara untuk mengulanginya.
Masalahnya adalah bahwa kita sering melupakan prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada akal sehat, yang pada dasarnya mengatakan bahwa kita harus bekerja, harus menyadari tindakan kita, dan mengambil tanggung jawab untuk mengoreksi mereka ketika kebutuhan muncul. Orang yang mampu berbuat bijak dialah yang beruntung.

Artikel Terkait:

Apakah Berwirausaha Merupakan Keputusan Yang Tepat Untuk SayaStrategi Bisnis / Usaha yang berkelanjutan bagi Usaha Kecil dan Menengah UKMCARA MENCARI PELUANG USAHA TERBAIK BAGI PEMULAMenjadi Bos Untuk Diri (Langkah Awal Menjadi Seorang Pengusaha)CIRI-CIRI DASAR WIRAUSAHAWAAN SEJATI

Peluang Usaha UKM

PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI DI INDONESIA

KOPI Indonesia merupakan negara produsen KOPI keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia. Kemampuan Indonesia sebagai salah satu produsen KOPI terbesar di dunia adalah merupakan kisah panjang sejak jaman Pemerintah Hindia Belanda sejak awal 1900-an. Ketika itu, pemerintah Hindia Belanda menjadikan KOPI sebagai salah satu komoditas andalan ekspor. KOPI dihasilkan oleh perkebunan-perkebunan yang dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda dan hampir seluruh hasilnya diekspor, kecuali KOPI yang tidak laku diekspor. KOPI yang berkualitas rendah ini dijual ke pasar dalam negeri. Sejalan dengan didirikannya perkebunan KOPI pada masa itu, maka menjamur pulalah industri pengolahan KOPI bubuk meski secara mayoritas skala usahanya masih industri menengah kecil. Cikal bakal produsen KOPI terbesar saat ini, seperti merek Kapal Api telah berdiri pada saat itu (1927).

Pertumbuhan produksi KOPI olahan, terutama KOPI bubuk pun terus menanjak. Produksi KOPI bubuk Indonesia pada 2008 telah mencapai 129.659 ton. Dalam lima tahun terakhir (2004-2008), pertumbuhan produksi KOPI ini mencapai rata-rata 5,0 persen per tahun. Sebagaimana akan dibahas di Bab lain dalam Buku Studi ini, dimana hampir seluruhnya produksi KOPI bubuk dalam negeri dikonsumsi di pasaran lokal, artinya pertumbuhan yang relatif mendatar tersebut merupakan cerminan dari pertumbuhan konsumsi KOPI bubuk lokal yang tumbuhnya relatif landai pula.

Belakangan, berbagai diferensiasi KOPI olahan dikembangkan di dalam negeri, tetapi tampaknya hanya ada dua jenis yang mendapat pasar, yakni KOPI instan (tanpa ampas) dan KOPI mix. KOPI instan muncul di pasar dalam negeri seiring dengan berdirinya PT Nestle Indonesia (1993), dan kemudian PT Sari Incofood Corporation (1984). Dalam lima tahun terakhir, produksi KOPI instan ini berkisar pada 10.000an ribu ton per tahun dengan tren pertumbuhan dalam periode 2004-2008 relatif lamban, yakni mencapai 4,3 persen per tahun. Produksi KOPI instan di Indonesia pada 2008 mencapai 10.995 ton, dan produksi 2009 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni 11.000 ton.

Secara keseluruhan, jumlah produksi KOPI bubuk dan KOPI instan pada 2008 mencapai 140.654 ton, naik rata-rata 4,8 persen per tahun sejak 2004 atau selama periode lima tahun terakhir. Pada 2009, produksi kedua jenis KOPI ini diperkirakan mencapai 141.000 ton. Perkiraan produksi ini didasarkan pada pengaruh stagnasi pertumbuhan ekonomi 2009 sebagai kelanjutan dampak krisis finansial global pada 2007-2008 sebelumnya.

Pasar perKOPIan di dalam negeri dewasa ini tidak hanya diramaikan oleh KOPI bubuk dan KOPI instan, tetapi juga oleh kehadiran KOPI mix yang makin mendapat tempat di penggemar KOPI dalam negeri. Keunggulan KOPI ini tidak hanya terletak pada disain pengemasannya yang sedemikian rupa sehingga sangat praktis dikonsumsi, karena dikemasan dalam kemasan sachet, tetapi juga kreatifitas para produsen KOPI yang menyajikan dalam berbagai varian, baik ditinjau dari sisi decafeinated atau pun non decafeinated; maupun ditinjau dari beragam campuran rasa. Lonjakan produksi pun tak terhindarkan, bahkan secara kuantitas menyamai atau pernah menyamai jumlah produksi KOPI bubuk itu sendiri, yakni 102.053 ton pada 2005 (Sumber: BPS). Memang, produksi masih terlihat fluktuatif, dan pada tahun 2008 tercatat sebesar 87.505 ton.

Bagaimana pun juga gonjang-ganjing perekonomian dalam lima tahun terakhir karena hantaman berbagai krisis, tak pelak mempengaruhi perkembangan produksi dari KOPI mix ini pula. Sebab, sebagaimana diketahui, bahwa proporsi KOPI dalam KOPI mix ini sebetulnya relatif kecil (antara 5 hingga 13% volume), artinya yang terbesar adalah komponen lainnya seperti susu, gula dan campuran lainnya seperti cokelat, ginseng, creamer, jahe dan lain-lain. Karena umumnya, KOPI mix dikemas dalam bentuk sachet, faktor biaya kemasan juga mempengaruhi produksi dari pada KOPI ini.

Dilihat dari segi produsen, PT Santos Jaya Abadi masih menjadi leader di bisnis perKOPIan di Indonesia, dimana dalam tiga tahun terakhir (2007- 2009) perusahaan ini menguasai antara 44% hingga 45% pangsa pasar KOPI di Indonesia. Sedangkan PT Torabika Eka Semesta tetap menguntit pada urutan kedua dengan pangsa priduksi pada kisaran 17% hingga 22%, diikuti oleh PT Sari Incoffod Corporation pada share produksi antara 13% hingga 14% dan PT Nestle Indonesia pada kisaran share produksi pada 5% hingga 6%.

Dari segi produksi per perusahaan ini pula dapat menggambarkan peta persaingan KOPI di Indonesia, dimana masih dikuasai oleh segelintir perusahaan-perusahaan besar saja. Meskipun sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa total produsen KOPI di Indonesia mencapai lebih dari 400 perusahaan, dimana yang dipastikan masih aktif berproduksi sebanyak 205 perusahaan, tetapi jumlah usaha kecil yang jumlah ratusan tersebut hanya memiliki pangsa dari sisi produksi tidak lebih dari 8% saja. Artinya, dalam peta persaingan ini jelas perusahaan-perusahaan kecil tersebut sulit untuk mampu bersaing secara sehat terhadap segelintir perusahaan besar yang mana sangat agresif dalam periklanan produknya, baik di media televisi, radio maupun media cetak.

Tak heran, pada tahun 2009 yang lalu kerasnya persaingan di bidang bisnis KOPI di Indonesia ini menelan korban sebanyak 110 buah perusahaan rumah tangga, kecil atau menengah yang tidak mampu beroperasi lagi, dimana 69 perusahaan telah berhenti kegiatan operasionalnya dan 17 perusahaan betul-betul berhenti produksi secara permanen, serta tiga perusahaan membatalkan rencana usaha memproduksi KOPI.

Artikel Terkait:

PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI)Perkembangan Ekspor KOPI BubukPETA PRODUSEN KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)PRODUSEN DAN PERKEMBANGAN PRODUK KOPI (SERIAL BUDIDAYA KOPI) BAG 2KARAKTERISTIK USAHA INDUSTRI KOPI DI INDONESIA (SERIAL BUDIDAYA KOPI)

Peluang Usaha UKM